Minggu, 14 September 2014

PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN

LAPORAN PRAKTIKUM PENYEHATAN MAKANAN-MINUMAN
PEMERIKSAAN JAMUR PADA MAKANAN
“ROTI DAN WORTEL”

A.    Tanggal Praktikum
04 September 2013

B.     Materi
Pemeriksaan jamur pada roti dan wortel dengan menggunakan media selektif untuk menumbuhkan jamur yang ada pada makanan.

C.    Tujuan
Mengamati morfologi jamur secara makroskopis (koloni) dan mikroskopis (sel) dari sampel makanan.

D.    Alat dan Bahan
Alat :                                                                                      
1.      Erlenmeyer 100 ml
2.      Pipet volume steril     
3.      Timbangan                             
4.      Pisau steril                              
5.      Lumpang steril
6.      Petridish steril
7.      Pipumb
8.      Lampu Bunsen
9.      Pinset
10.  Etiket
11.  Mikroskop
12.  Autoclave
13.  Tali rami
14.  Kertas pembungkus
15.  Incubator
16.  Object glass
17.  Cover glass
18.  Sendok Steril
19.  Beaker glass
20.  Gelas ukur
21.  Water bath

Bahan :
1.      Roti
2.      Wortel
3.      Media PDA
4.      Pepton water steril
5.      Larutan PZ

E.     Prosedur Kerja

1.      Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2.      Membuat pepton water steril
a.                               Timbang 9 gram pepton water dengan tibangan analitik
Pepton water =  x 600 = 9 gram
b.      Masukkan dalam beaker glass dan tambahkan 600 ml aquadest kemudian aduk
c.       Masukkan pada 6 erlenmeyer @100 ml lalu tutup dengan kapas dan
aluminiumfoil, ikat dengan tali rami
d.      Sterilkan pada autoclave
3.      Membuat media PDA / SDA
-          Timbang PDA 4,68 gram dengan timbangan analitik
PDA =  x 120 = 4,68 gram
-          Masukkan dalam beaker glass dan tambahkan 120 ml aquadest
-          Panaskan di kompor listrik sambil diaduk sesekali sampai warnanya menjadi kuning
-          Tuang dalam erlenmeyer lalu tutup dengan kapas dan aluminiumfoil,ikat dengan tali rami
-          Sterilkan pada autoclave
-          Letakkan pad waterbath ukur suhunya sampai 55o c
4.      Timbang ± 10 gram makanan secara steril
5.      Terus hancurkan dengan lumpang secara steril
6.      Tambahkan dengan 90 ml pepton water secara steril
7.      Ambil 1 ml larutan campuran tersebut dan masukkan ke dalam petridish steril
8.      Tuang dengan media PDA suhu 55°C ± 15 ml secara steril
9.      Eramkan pada incubator suhu 37°C selama 5-7 hari
10.  Amati secara makroskopis dan secara mikroskopis jamur yang tumbuh
11.  Untuk secara micros ambil sedikit dengan scapel bagian media yang ditumbuhi jamur
12.  Letakkan diatas object glass lalu ditetesi satu tetes larutan PZ
13.  Kemudian cacah dengan scapel hingga terlihat kecil-kecil
14.  Fiksasi sebanyak 3x diatas bunsen
15.  Lalu tutup dengan covr glass
16.  Periksa pada mikroskop perbesaran 10x-40x
17.  Amati dan catat hasilnya

F.     Dasar Teori

Ø  Jamur
Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler (bersel banyak).Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan, dan reproduksinya.
Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah. Hifa adalah struktur menyerupai benang yang tersusun dari dindingberbentuk pipa (Pelczar and Reid, 1958). Dinding ini menyelubungi membran plasma dan sitoplasma hifa. Sitoplasmanya mengandung organel eukariotik.
Secara umum fungi dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan atas tipe selnya yaitu :
1.         Fungi bersifat uniselluler (khamir)
Khamir (“yeast”) adalah fungi bersel satu yang mikroskopik, beberapa generasi ada yang membentuk miselium dengan percabangan. Khamir hidupnya sebagian ada yang saprofit dan ada beberapa yang parasitik. Sel khamir mempunyai ukuran yang bervariasi, yaitu dengan panjang  1-5 μm sampai 20-50μm, dan lebar 1-10 μm.

2.         Fungi yang bersifat multiselluler (kapang)
Kapang adalah fungi multiseluler yang mempunyai filamen, dan pertumbuhannya pada makanan mudah dilihat karena penampakannya yang berserabut seperti kapas. Pertumbuhannya mula-mula akan berwarna putih, tetapi jika spora telah timbul akan terbentuk berbagai warna tergantung dari jenis kapang. Kapang terdiri dari suatu thallus yang tersusun dari filamen yang bercabang yang disebut hifa. Kumpulan dari hifa disebut miselium

Ø  Aspergillus
Aspergillus adalah suatu jamur yang termasuk dalam kelas Ascomycetes yang dapat ditemukan dimana–mana di alam ini. Ia tumbuh sebagai saprofit pada tumbuh-tumbuhan yang membusuk dan terdapat pula pada tanah, debu organik, makanan dan merupakan kontaminan yang lazim ditemukan di rumah sakit dan Laboratorium. Aspergillus adalah jamur yang membentuk filamen-filamen panjang bercabang, dan dalam media biakan membentuk miselia dan konidiospora. Aspergillus berkembang biak dengan pembentukan hifa atau tunas dan menghasilkan konidiofora pembentuk spora. Sporanya tersebar bebas di udara terbuka sehingga inhalasinya tidak dapat dihindarkan dan masuk melalui saluran pernapasan ke dalam paru.
Cici–ciri Aspergillus adalah mempunyai hifa berseptat dan miselium bercabang, sedangkan hifa yang muncul diatas permukaan merupakan hifa fertil, koloninya berkelompok, konidiofora berseptat atau nonseptat yang muncul dari sel kaki, pada ujung hifa muncul sebuah gelembung, keluar dari gelembung ini muncul sterigma, pada sterigma muncul konidium–konidium yang tersusun berurutan mirip bentuk untaian mutiara, konidium–konidium ini berwarna (hitam, coklat, kuning tua, hijau) yang memberi warna tertentu pada jamur.

G.    Hasil Praktikum

Pengamatan dengan Cara :
Jenis Sampel
Wortel
Roti
1.      Makroskopis
Ditemukan adanya jamur berbentuk bulatan putih, dan menyebar
Ditemukan adanya jamur dengan cirri berbentuk bulatan hitam dan menyebar
2.      Mikroskopis
Ditemukan jamur yang menyebar dengan cirri-ciri bentuknya menyerupai tangkai yang bercabang banyak, yang diduga adalah Aspergillus sp.
Ditemukan jamur dengan ciriciri menyebar di beberapa area, dan berbentuk seperti serabut tangkai dengan banya cabang dan diduga Aspergillus niger

H.    Kesimpulan
Dari hasil praktikum pemeriksaan jamur pada sampel makanan telah ditemukan adanya jamur pada sampel makanan tersebut. Dalam praktikum ini sampel yang dipakai yaitu wortel dan roti. Dan setelah diidentifikasi dapat diketahui bahwa jamur pada wortel yaitu Aspergillus sp. dan jamur pada roti yaitu Aspergillus niger.


I.       Saran
Saat membeli makanan sebaiknya di cek terlebih dahuludari bau, warna, tanggal kadaluarsa  dan sebagainya untuk menghindari timbulnya keracunan makanan yang disebabkan oleh jamur yang ada pada makanan tersebut.




DAFTAR PUSTAKA
1.      Liesmina, 2012. Jamur Aspergillus. http://frestime.wordpress.com/2012/09/01/jamur-aspergillus/ diakses pada tanggal 12 September 2013 pukul 14:00
2.      Mail.2010. Laporan Kapang Khamir. http://feritriana-feri.blogspot.com/2012/02/pemeriksaan-kapang-pada-roti.html diakses pada tanggal 12 September 2013 pukul 20:45
3.      Triana, Feri. Pemeriksaan Kapang Pada Roti. http://mailplp.blogspot.com/2010/11/laporan-kapang-kamir.html diakses pada tanggal 12 September 2013 pukul 21:00



0 komentar:

Posting Komentar